Categories
Pendidikan

Hambatan Komunikasi dalam Menerapkan Keberhasilan Komunikasi Bisnis

Hambatan Komunikasi dalam Menerapkan Keberhasilan Komunikasi Bisnis

Hambatan Komunikasi dalam Menerapkan Keberhasilan Komunikasi Bisnis

Hambatan – hambatan yang terjadi dalam komunikasi bisnis bisa menjadikan suatu komunikasi bisnis menjadi tidak efektif. Hambatan-hambatan komunikasi dalam organisasi yang tidak efektif bisa dibedakan menjadi dua, yaitu: hambatan dalam komunikasi antar pribadi dan hambatan dalam komunikasi organisasi.

 

1. Hambatan komunikasi antar pribadi

Suatu komunikasi yang terjadi karena satu individu dengan individu yang lain, dimana masing-masing individu dapat bertindak sebagai pemberi atau penerima pesan. Hal-hal yang menyebabkan bahwa individu tersebut tidak bisa berkomunikasi dengan tidak efektif adalah:

  1. Adanya perbedaan persepsi
  2. Kesalahan dalam penyerapan pesan / informasi
  3. Adanya perbedaan bahasa dan kultur
  4. Akibat kurangnya perhatian
  5. Terdapat perbedaan kondisi emosional
  6. Perbedaan latar belakang pendididkan

 

2. Hambatan komunikasi organisasi

Hambatan komunikasi organisasi adalah suatu komunikasi yang terjadi dalam lingkungan organisasi. Suatu komunikasi yang pada intinya membahas masalah-masalah yang terjadi secara formal maupun informal. Hal-hal yang menyebabkan komunikasi dalam organisasi tidak efektif adalah:

  1. Terlau banyaknya informasi yang disampaikan
  2. Tingkat kesulitan dalam isi pesan
  3. Penerimaan pesan ganda
  4. Adanya perbedaan status
  5. Kurangnya kepercayaan
  6. Komunikasi yang tidak tertata dan terstruktur
  7. Terdapat kesalahan dalam pemilihan media
  8. Iklim komunikasi tertutup
  9. Komunikasi yang tidak etis dan tidak efektif
  10. Halangan yang bersifat fisik

 

3. Komunikasi antar budaya

Komunikasi antar budaya terjadi ketika dua atau lebih orang dengan latar belakang budaya yang berbeda berinteraksi satu sama lainnya. Pentingnya komunikasi antarbudaya dikarenakan interaksi sosial keseharian yang terjadi adalah sesuatu yang tak dapat ditolak. Di dalam percakapan biasa yang terjadi antara dua orang individu tersebut memiliki sekitar 35% komponen verbal sedangkan 65% lagi terjadi dalam komponen nonverbal (Ray L. Birdwhistell, 1969).

Di dalam struktur organisasi terdapat budaya yang berbeda dalam menyampaikan komunikasi bisnis di tempat kerja. Misalnya, terdapat interaksi dengan karyawan asing atau interaksi dengan karyawan dari satu negara tetapi memilki budaya yang berbeda, menyebabkan adanya keragaman dan perbedaan budaya yang berbeda di tempat kerja. Bila seorang karyawan berada di lingkungan kerja perusahaan multinasional, maka hal pertama yang harus dia lakukan adalah memahami bahasa yang dipahami oleh karyawan lain. Dengan mengunakan bahasa yang dipahami oleh seorang komunikator (sender) maupun seorang komunikan (receiver), diharapkan komunikasi akan berjalan lancar. Selain bahasa, hal yang perlu diperhatikan adalah pemahaman budaya, pemahaman dalam hal perbedaan fisik, usia, jenis kelamin, status sosial dan pendidikan.

Dan untuk memahami perbedaan kultur dan bahasa yang ada di lingkungan kerja dan lingkungan bisnis, maka sebaiknya pendekatan yang harus dilakukan adalah pendekatan secara psikologis untuk memperlancar dalam berkomunikasi bisnis. Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.

Psikologi memiliki tiga fungsi sebagai ilmu yaitu:

  1. Menjelaskan.Yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif.
  2. Memprediksikan.Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa prognosa, prediksi atau estimasi.
  3. Pengendalian .Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya berupa tindakan atau treatment.

Dan pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan berdasarkan prilaku, pendekatan kognitif, pendekatan psikoanalisa, dan pendekatan fenomenologi. Dan dengan menerapkan hal-hal tersebut di atas diharapkan akan tercipta suatu komunikasi bisnis yang baik di antaranya dan bisa dijadikan salah satu ukuran keberhasilan dalam komunikasi bisnis.

 

Sumber : https://materi.co.id/