Categories
Pendidikan

Perkembangan Sejarah Pendidikan Kewarganegaraan

Perkembangan Sejarah Pendidikan Kewarganegaraan

Perkembangan Sejarah Pendidikan Kewarganegaraan


1. Undang-Undang No. 2, 1989

Tentang sistem pendidikan nasional dalam pasal 39, yang meliputi, antara lain, ketentuan tentang jenis-jenis kurikulum pendidikan dalam jenis-jenis kurikulum pendidikan kewarganegaraan.

2. Penjelasan Pasal 39,

khususnya tentang pendidikan kewarganegaraan, adalah sebagai berikut:
1. Paragraf 1 mengungkapkan bahwa pendidikan kewarganegaraan adalah pra-pendidikan bagi warga negara, warga negara dan hubungan pemerintah dan pertahanan negara.
2. Paragraf 2 mengatakan melalui keunggulan pendidikan untuk universitas

3. Undang-Undang No. 20, 1989 dan 17, 18 dan 2000

tentang Prinsip-prinsip Negara memberikan deskripsi pelatihan pra-Pertahanan warga negara dan kewajiban mereka untuk membela negara. Negara dibagi menjadi dua tahap, yaitu:
untuk. Diberikan pada level PPBN TK-SMA pertama
Iya. Tahap lanjutan dari PPBN terjadi di pendidikan tinggi yang disebut kejujuran.


4. Ubah Tuntutan Aturan Hukum

Berdasarkan referensi sebelumnya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional berpendapat bahwa perlu dilakukan penyesuaian dalam GBPP di universitas:
untuk. Kurikulum Pendidikan Agama, Kurikulum Pancasila dan Kurikulum Kewarganegaraan Topik Umum Kelompok (MKDU) – Kursus Pengembangan Kepribadian (MKPK)
Iya. Kewarganegaraan pendidikan GBPP Pendidikan kewarganegaraan GBPP menjadi.

5. PEM. MENDIKNAS No.23 / U / 2000, pada 20 Desember 2000

Tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan evaluasi hasil pembelajaran, kurikulum pendidikan tinggi KURIKULUM UTAMA dan KURIKULUM PERUSAHAAN meliputi:
– Kurikulum inti adalah sekelompok bahan studi yang harus dimasukkan dalam program studi yang dirumuskan dalam kurikulum yang berlaku secara nasional.
– Kurikulum kelembagaan adalah seperangkat bahan pelajaran dan pelajaran yang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan tinggi, yang terdiri dari penambahan pada kelompok informasi dan disusunnya kurikulum inti, dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan lingkungan, dan fitur-fitur dari lembaga pendidikan tinggi terkait.
KUTI, MPK (Pelajaran Pengembangan Kepribadian)
MKK (topik sains dan keterampilan)
MKB (Kursus Keterampilan Bisnis)
MPB (Kursus Perilaku Bisnis)
MBB (Masalah Kehidupan Sosial)
KUNAL: Semua atau sebagian dari BOX


6. Keputusan Direktorat Pendidikan Tinggi No. 38 / U / 2002

Tentang manfaat pekerjaan pengembangan kepribadian, yang mencakup hal-hal lain:
1. Pengantar kewarganegaraan yang penting,
2. Pemahaman negara

Melalui pendidikan kewarganegaraan, warga negara Republik Indonesia:
– Untuk memahami, menganalisis dan merespons secara terus menerus dan konsisten terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa dan negara dengan cita-cita dan tujuan nasional yang diumumkan pada pembukaan UUD 1945.
– Untuk melindungi identitas nasionalnya dengan semangat patriotik dan cinta patriotik dalam perjuangan non-fisik dari perspektif mereka sendiri.

 

 

Sumber : https://materi.co.id/